^
kembali ke atas

Pembiayaan Perdagangan

Pembiayaan untuk Jual-Beli dan Jasa Pelayanan

“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku suka sama suka diantara kamu” QS. An Nisaa : 29

Pembiayaan dari PT. BPR Syariah Baitur Ridha Pusaka ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam pengembangan usaha yang sesuai dengan syariah baik dalam berbagi hasil maupun berjual beli. Dengan prinsip syariah Insya Allah akan mendapat keadilan dan ketentraman dalam pengembangan usaha.

Apakah pembiayaan itu?

Pembiayaan adalah dengan pola bagi hasil baik itu profit sharing maupun revenue sharing yang porsi nisbahnya disesuaikan dengan penyertaan  modal kerja. Jenis pembiayaan untuk modal  kerja adalah Musyarakah dan Mudharabah.

Musyarakah

Akad antara dua pemilik modal atau lebih untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu, sedangkan pelaksanaannya bisa ditunjuk salah satu dari mereka. Akad ini diterapkan pada usaha atau proyek yang sebagiannya dibiayai oleh lembaga keuangan sedangkan selebihnya dibiayai oleh nasabah.

Mudharabah

Akad yang dilakukan antara pemilik modal (Syahibul Maal) dengan pengelola (mudharib) dengan nisbah bagi hasil disepakati diawal, sedangkan kerugiannya ditanggung oleh pemilik modal


Apakah jual beli itu?

Adalah pembiayaan dengan prinsip jual beli barang pada harga asal (harga beli) dengan tambahan keuntungan (Margin) yang disepakati kedua belah pihak.

Adapun jenisnya adalah : 

  • Murabahah
    Adalah akad jual beli antara Bank dengan nasabah Bank memb eli barang Yang diperlukan nasabah dan menjual kembali kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati.
  • Salam
    Adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) antara pembeli (Muslam) dengan penjual (Muslam Ilaih). Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati diawal akad dan pembayaran dilakukan dimuka secara penuh.
  • Istishna
    Adalah akad jual beli barang  (Mashnu)” antara pemesan (Mutashni) dengan penerima pesanan (Shani). Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati diawal akad dengan pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan.
  • Ijarah
    Adalah akad sewa menyewa barang antara bank (muaajir) dengan penyewa (mustajir)

 

Apa jasa-jasa itu ?

  •  Rahn (Gadai)
    Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.
  • Hawalah
    Adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang (Muhil) kepada orang lain yang wajib menanggungnya (Muhal’alaih).
  • Kafalah
    Merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.
  • Al Wakalah
    Berarti penyerahan, pendelegasian atau pemberian mandat.
  • Al Qardh
    Adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam dengan pihak yang meminjamkan yang mewajibkan peminjam melunasi  hutangnya setelah jangka waktu tertentu.


Tujuan Pembiayaan

  • Pembiayaan ini bertujuan untuk menyelamatkan pengusaha atau masyarakat dalam muamalah dan konsep ribawi.
  • Membantu pengusaha atau Masyarakat dalam pengembangan usaha dengan prinsip syariah, khususnya sektor produktif.

Manfaat

  • Menentramkan, Pembiayaan dengan prinsip syariah, kita akan mendapatkan ketentraman hati karena setiap transaksinya terhindar dari ribawi.
  • Aman dan Adil, Pembiayaan dengan prinsip syariah akan memberikan keadilan di kedua belah pihak dan tidak saling menzalimi.
  • Tenang, Pembiayaan dengan prinsip syariah tidak ada beban bunga yang ditetapkan didepan, sehingga memberikan ketenangan dalam berusaha


Persyaratan Pembiayaan

  1. Foto copy KTP (suami & istri), Kartu Keluarga yang masih berlaku
  2. Pas photo 4 x 6, 1 lembar (suami & istri)
  3. Rekening Koran / tabungan dari bank dan atau dari bank PT. BPR Syariah Baiturridha Pusaka.
  4. Surat Persetujuan suami/istri bermaterai.
  5. Surat Kuasa jaminan dan bermaterai (bila jaminan bukan milik sendiri).
  6. Laporan keuangan (neraca & rugi/laba) 3 bulan terakhir.
  7. Foto copy perizinan usaha pemohon yang masih berlaku (NPWP, TDP, SIUP dan surat izin lainnya).
  8. Surat Kuasa pemotongan gaji bagi PNS, dan atau Karyawan, Bermaterai cukup.
  9. Persyaratan lainnya akan ditentukan kemudian sesuai kebutuhan bank.
  10. Jaminan berupa :
    - SHM dan SHGB atas nama sendiri
    - BPKB kendaraan maksimal 10 tahun ke bawah
    - Atau  yang  dapat  dipersamakan dengan itu.